Postingan

Jadi Lebih Baik dengan Berhijrah: Stop Ghibah!

Gambar
Tahun 1438 H telah menjadi masa lalu. Tahun 1439 H yang waktu itu masih menjadi masa depan, yang aku tak tahu apa yang akan terjadi padaku dan apa yang akan kuhadapi di tahun itu, sekarang aku berada di dalam dekapannya. Jadi, apa yang akan kulakukan di tahun yang baru ini? Apa lebih dulu kusambut dengan berhura-hura? Atau baiknya kurenungkan apa yang sudah kucapai di tahun lalu dan kembali membuat daftar apa yang harus kucapai di tahun ini. Kuambil buku catatanku. Lalu kubuka lembar demi lembar halamannya, menuju pada barisan daftar-daftar yang kutulis di awal tahun lalu.

Misi Terakhir

Gambar
Judul : Dead Smokers Club part 3 Penulis : Adham T. Fusama Penyunting : Nurul Aria Penyelaras Akhir : Rani Penata Letak : Rio Pendesain Sampul : AKI Ilustrasi T&T: Arief Noor Ifandy Pendesain Logo DSC : Ahmad Syarifuddin Penerbit : FIM Kreasindo Gemilang Cetakan : Pertama, Agustus 2017 Tebal : vii + 286 halaman; 13,5 x 20 cm “...Terlepas dari kenyataan yang ada, kita tetap melakukan aksi-aksi yang hebat. Malam ini, kita akan buktikan kemampuan kita sekali lagi!” (hal. 46)

Gray dan Candrasa

Gambar
Judul : Candrasa Penulis : Primadonna Angela Editor : Lana Zhafira Desain Sampul & Ilustrasi : Martin Dima Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama Cetakan : Pertama, 2017 Tebal : 288 halaman ~ Ini berkat sekaligus kutukan. Ini hadiah sekaligus malapetaka. (hal.149)~             Candrasa, mengingatkanku pada pelajaran Sejarah waktu SMP, tepat pada pembahasan tentang Zaman Logam. Candrasa dipakai untuk upacara keagamaan. Bentuknya sekilas mirip dengan font huruf C pada judul yang ada di covernya itu tuh.

Apa yang Dia Pikirkan Saat Aku Benar-Benar Tak Bisa Membantunya?

Gambar
Dia mengirimiku pesan. Oh, ya! Wah, tumben sekali. Biasanya selalu kau yang memulai duluan, lalu ditanggapi dingin sama dia. Hahaha... Sssttt...Aku serius. Terus kenapa ekspresimu muram begitu. Seharusnya wajahmu penuh senyum. Hihi ... Oke, maafkan aku. Oh iya, memang apa isi pesannya?

Bang Zaki Pulang Pagi

Udah lama, sangat-sangat-sangat lama enggak update tulisan di blog ini. Kalau ini rumah, barangkali banyak dihiasi sama sarang laba-laba dan debu. :D Maunya sih aktif terus untuk ngisi tulisan di blog ini. Aku lihat-lihat arsipku sebelumnya masa setahun cuma sekali aja ngisinya. Walah! Ckckck... Nah, postingan pertama untuk tahun 2O16 ini *lol* adalah cerpen yang pernah kuikutkan lomba cerpen yang diadakan oleh Kompak, sebuah komunitas penulis yang ada di Medan. Tepatnya tahun 2O14 yang lalu, pusing menghadapi skripsi, refreshing bentar ikutan lomba cerpen. Cerpennya ini memang udah jadi setengah tinggal dilanjutin dan dirapiin. Dan hasilnya? Lumayan. Enggak buat kecewa kok. Baiklah, Selamat membaca (: *** Sepertinya mimpi itu telah jatuh cinta padanya. Mimpi buruk kembali menyambangi tidur nyenyaknya malam ini. Arra terjaga. Napasnya tersengal-sengal, bulir-bulir keringat mengalir di kening dan membasahi tubuh. Arra mengusap wajahnya yang basah dengan ka...

[Review] Twiries The Freaky Twins Diaries

Gambar
Judul Buku: Twiries, The Freaky Twins Diaries Penulis: Eva Sri Rahayu dan Evi Sri Rezeki Penerbit: de TEENS Editor: Ainini Komik dan Ilustrator: Zamal Matian Inker: Anton Gustian Desainer Cover: Ann_Retiree Layouter: Fitri Raharjo Pracetak: Endang Tahun Terbit: Mei 2 0 14, Cetakan Pertama ISBN: 978-6 0 2-255-577-3 Buku ini bukan buku psikologi yang memberikan panduan bagaimana menghadapi anak kembar. Buku karya kak Eva dan kak Evi ini merupakan kisah kehidupan keduanya yang memang terlahir kembar. Pengalaman lucu, indah, bahkan sedih, mereka ceritakan di dalam buku ini. Orang-orang biasa, yang enggak punya saudara kembar, selalu memberikan pertanyaan mainstream kepada anak kembar. Misalnya, Apa sih bedanya kalian? Siapa yang lebih cantik? Eva atau Evi? Dan pertanyaan-pertanyaan seperti itu adalah pertanyaan favorit yang sering diajukan kepada anak kembar. Kadang agak sebal juga sih ditanya begitu. Soalnya untuk menjawab, mau nggak mau kami harus memban...

[Cerpen-DiGi Magazine Edisi 03] Mei di Bukit Hitsujiyama

Gambar
Ya, akhirnya cerpenku ini bisa diterima oleh Digi Magazine :D tepatnya Edisi 03 bulan Agustus lalu. Aku mengirim cerpen ini dari bulan Mei. Durasi menunggunya itu sampai tiga bulanan. Sempat juga terpikir untuk menarik cerpen kalau tidak muat juga :D #dasar gak sabaran. Ada beberapa bagian yang diedit di cerpen ini. Tapi yang kuposting sekarang ini versi aslinya.  *** Ini awal Mei dan aku suka dengannya. Ada dua alasan mengapa aku sangat senang menyambutnya. Pertama, karena inilah saatnya bunga-bunga shibazakura yang ada di Bukit Hitsujiyama bermekaran. Ada warna merah magenta, merah muda, juga ada yang berwarna biru muda dan putih. Tetapi tetap saja warna merahnya itu mendominasi. Jika dilihat dari kejauhan, Bukit Hitsujiyama seperti dilapisi dengan permadani warna merah muda. Dan pegunungan Daisetsuzan yang puncaknya tertutup salju membuat latar belakang Bukit Hitsujiyama menjadi sangat menarik. Tak heran jika musim panas tiba, tepatnya antara April dan Mei...

Postingan populer dari blog ini

Lima Channel Youtube yang Sering Kutonton

Inilah Aku: 5 Fakta tentang Diri Sendiri

Review: Surat dari Kematian

Lima Kebahagiaan Sederhana

[Cerpen-DiGi Magazine Edisi 03] Mei di Bukit Hitsujiyama

Pesan Moral dari Ade Ubaidil

[Review] Twiries The Freaky Twins Diaries