Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

Cara Menghukum Orang Jahat

Gambar
“Hukuman penjara itu tidak cocok bagi mereka yang sudah bersenang-senang menggunakan uang yang bukan haknya!” Tiba-tiba saja dia datang ke kamarku tanpa mengetuk pintu, tanpa bertanya apakah aku ada di dalam. Suaranya menggema, memantul-mantul pada setiap dinding putih kamarku. Dia duduk di sampingku tapi tidak menoleh sedikitpun ke arahku. Baiklah, mungkin ini waktunya aku mendengarkan celotehannya dan bisa saja sesekali aku juga curhat padanya. Aku menghentikan kegiatan membacaku sebentar. Kututup buku setelah sebelumnya sudah kutandai dengan cara melipat ujungnya pada halaman 27. Dalam kondisi mendadak, aku melakukan hal itu. Meski sebenarnya aku tidak tega melakukannya pada buku ini. “Selain masuk penjara, mereka itu juga didenda dengan jumlah uang yang banyak. Dan tentu saja, barang-barang yang bukan milik mereka itu sudah disita oleh negara,” kataku. “Itu tidak cukup!” Nah, kan, dia mulai menepis hal-hal yang kukatakan lalu dia akan tanya kenapa aku seolah...

Bang Zaki Pulang Pagi

Udah lama, sangat-sangat-sangat lama enggak update tulisan di blog ini. Kalau ini rumah, barangkali banyak dihiasi sama sarang laba-laba dan debu. :D Maunya sih aktif terus untuk ngisi tulisan di blog ini. Aku lihat-lihat arsipku sebelumnya masa setahun cuma sekali aja ngisinya. Walah! Ckckck... Nah, postingan pertama untuk tahun 2O16 ini *lol* adalah cerpen yang pernah kuikutkan lomba cerpen yang diadakan oleh Kompak, sebuah komunitas penulis yang ada di Medan. Tepatnya tahun 2O14 yang lalu, pusing menghadapi skripsi, refreshing bentar ikutan lomba cerpen. Cerpennya ini memang udah jadi setengah tinggal dilanjutin dan dirapiin. Dan hasilnya? Lumayan. Enggak buat kecewa kok. Baiklah, Selamat membaca (: *** Sepertinya mimpi itu telah jatuh cinta padanya. Mimpi buruk kembali menyambangi tidur nyenyaknya malam ini. Arra terjaga. Napasnya tersengal-sengal, bulir-bulir keringat mengalir di kening dan membasahi tubuh. Arra mengusap wajahnya yang basah dengan ka...

[Cerpen-DiGi Magazine Edisi 03] Mei di Bukit Hitsujiyama

Gambar
Ya, akhirnya cerpenku ini bisa diterima oleh Digi Magazine :D tepatnya Edisi 03 bulan Agustus lalu. Aku mengirim cerpen ini dari bulan Mei. Durasi menunggunya itu sampai tiga bulanan. Sempat juga terpikir untuk menarik cerpen kalau tidak muat juga :D #dasar gak sabaran. Ada beberapa bagian yang diedit di cerpen ini. Tapi yang kuposting sekarang ini versi aslinya.  *** Ini awal Mei dan aku suka dengannya. Ada dua alasan mengapa aku sangat senang menyambutnya. Pertama, karena inilah saatnya bunga-bunga shibazakura yang ada di Bukit Hitsujiyama bermekaran. Ada warna merah magenta, merah muda, juga ada yang berwarna biru muda dan putih. Tetapi tetap saja warna merahnya itu mendominasi. Jika dilihat dari kejauhan, Bukit Hitsujiyama seperti dilapisi dengan permadani warna merah muda. Dan pegunungan Daisetsuzan yang puncaknya tertutup salju membuat latar belakang Bukit Hitsujiyama menjadi sangat menarik. Tak heran jika musim panas tiba, tepatnya antara April dan Mei...

Menjaring Angin

            Aku tak pernah pergi, selalu ada di dalam hatimu Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku Saat aku tak lagi di sisimu Kutunggu kau di keabadian Aku tahu, itu soundtrack film Habibi dan Ainun, kan ? Kisah kasih dua insan yang sangat romantis. Dan kau mengirim potongan lagu itu untukku lewat sms. Lagi-lagi, sikapmu berhasil membuat perasaanku kacau balau, tapi bahagia. Penasaran, kubalas smsmu, apakah mungkin kau salah kirim? Bisa saja kan itu untuk dia, abang tersayangmu. Gak ;) Itu balasan darimu. Balasan yang menenteramkan hatiku, sejenak. Karena lagi-lagi aku terhenyak, menyadari kalau kau masih bersama dengannya. Sungguh, apa maksud dari smsmu itu? Jika kau memang akan membalas rasaku, katakanlah dengan jelas. Jangan membuat semuanya terasa samar-samar. Karena aku butuh kepastian.

Nenek (Tidak) Sendirian

Gambar
“Kenapa nggak tinggal sama kita aja sih, Bun?” Selalu itu yang diucapkan mamaku kalau berkunjung ke rumah nenek. Nenek sudah menjanda, sedangkan kelima anaknya sudah tidak tinggal di rumahnya ini. Semuanya sudah berkeluarga dan hidup di kota. Kami datang hanya saat liburan dan lebaran tiba. Usianya sudah 63 tahun. Kasihan memang jika nenek tinggal sendiri. “Kalo aku ikut kalian, siapa yang mengurusi ayam-ayamku?”

Postingan populer dari blog ini

Lima Channel Youtube yang Sering Kutonton

Inilah Aku: 5 Fakta tentang Diri Sendiri

Review: Surat dari Kematian

Lima Kebahagiaan Sederhana

[Cerpen-DiGi Magazine Edisi 03] Mei di Bukit Hitsujiyama

Pesan Moral dari Ade Ubaidil

[Review] Twiries The Freaky Twins Diaries