Kumpulan Cerita yang Tidak Membosankan





Judul : Pada Suatu Senja, Aku Jatuh Cinta

Penulis : Maya Lestari Gf

Penerbit : BASABASI

Cetakan : Pertama, Februari 2017

Saya percaya, bahkan di zaman paling gila sekalipun, kita selalu membutuhkan cerita. Sebab, inilah satu di antara sedikit hal yang membuat kita tetap waras.


Kalimat itu kukutip dari halaman 6 di bagian pengantar penulis. Aku suka dan menurutku itu benar. Membaca cerita memang menyenangkan. Mau nyata atau fiksi, keduanya tetap menyenangkan. Ada yang bertanya padaku kenapa akhir-akhir ini aku suka membaca cerita. Kuberitahu padanya kalau sebenarnya dari dulu, sejak bisa membaca huruf-huruf, aku sudah suka membaca. Hanya saja memang baru kali ini setiap buku yang habis kubaca, kuposting di akun medsosku. Dan entahlah akhir-akhir aku merasa bosan, jenuh, (sama aja itu lho). Kalau ditanya bosan kenapa, bosan sama apa, aku nggak tahu jawabannya. Jadi kucoba menciptakan aktivitas baru supaya bosanku nggak sampai ke tingkat depresi parah. Ya, kucari "obatnya" sendiri.

Setiap buku yang selesai kubaca, kureview di blog. Sekalian nih menata kembali blogku yang udah lama kutinggalkan. Dan rasanya? Lumayan, sih. Agak melegakan. Apalagi kalau dapat ucapan terima kasih dari penulisnya karena bukunya udah kuulas. (Memang ulasanku itu juga nggak bagus-bagus amat). Tapi hal-hal itu cukup bisa membahagiakan hati.

Makanya aku setuju dengan apa yang ditulis oleh Uni Maya kalau membaca cerita supaya tetap waras, supaya hidup nggak begitu membosankan, nggak monoton. Membaca cerita bisa memberikan efek yang ajaib bagi pembacanya. Setiap kali memulai membaca sebuah cerita, maka aku mulai membayangkan ada tirai putih yang terbentang di depan mataku. Dan saat satu kalimat mulai kubaca, maka gambaran, gerak-gerik yang kubaca itu memantul ke tirai putih itu. Tokoh-tokoh bermunculan, jalan cerita mulai mengalir hingga akhir. Kesannya kok kayak nonton layar tancep, ya. Membaca cerita yang bagus sama asyiknya dengan menonton film yang bagus.

Cerita yang bagus juga meninggalkan jejak di hati pembaca ketika selesai membacanya, yang mana kau tidak akan pernah bosan meski sudah berulang kali membaca cerita itu. Seperti cerita-cerita yang ada di kumpulan cerpen berhalaman 176 ini. Ada 12 cerita dengan tema cinta yang mendominasi di dalamnya. Cinta itu sendiri bukan hanya cinta pada seseorang yang membuatmu melting mabuk kepayang yang jadi suka senyum-senyum sendiri kalo ingat dia, tapi juga tentang cinta pada keluarga, pada orang tua, juga pada negara. Wujudnya bisa cinta yang membahagiakan, juga cinta yang menyakitkan.

Cerpen pembuka berjudul Lentera Jaffa. Bercerita tentang Nahla, gadis cilik berumur delapan tahun yang tunanetra. Dia dan keluarganya berharap suatu hari nanti bisa kembali ke Jaffa, Palestina, kampung halaman mereka. Meski berada dalam keterbatasan materi, mereka sabar dan saling menguatkan. Aku turut merasakan teduh dan hangatnya suasana di tempat tinggal sederhana mereka.

Lalu ada cerita yang berjudul Lelaki di Toko Roti dan Perempuan yang Menembak Kepalanya Sendiri. Judulnya panjang dan bikin penasaran, ya, sama isi ceritanya. Dan setelah membaca ceritanya, lantas yang kupikirkan: Apa itu ya efek dari kasih tak sampai atau cinta yang nggak diungkapkan? Ayo-ayo ungkapin! Sebelum terlambat. Hoho...

Kenyataan kadang membawa manusia ke simpang-simpang yang mengaburkan semua impiannya. –hal.56

Dan ada Pada Suatu Senja, Aku Jatuh Cinta, cerita yang paling menarik perhatian dan menjadi judul utama. Cerita ini mendapat porsi halaman paling banyak di antara sebelas cerita yang lainnya. Tapi cara penulisnya mengurai cerita ini hingga 50 halaman untuk cerita itu saja, membuatku terus melanjut ke halaman-halaman berikutnya dan tanpa diduga udah selesai aja ceritanya.

Adalah aneh segala kombinasi menakutkan itu –hujan, badai, petir, kabut, senja muram– bisa melahirkan sesuatu yang bernama keindahan. Seolah segala yang mengerikan itu merupakan prasyarat lahirnya kelembutan. –hal.102

Tentang seorang gadis cantik yang jatuh cinta pada lelaki lumpuh dan wajahnya cacat.  Masa lalu yang kelam membuat lelaki itu trauma dan menarik diri dari dunia luar. Dia selalu bersembunyi di ruangannya yang penuh dengan buku-buku. Dia punya perpustakaan pribadi yang besar! (Lelaki itu berusaha untuk tetap waras juga deh kayaknya).

Sumber gambar:https://arena.westsussex.gov.uk/web/arena
 Jadi asisten rumah tangganya pun nggak apa-apa kali yak, asal bisa ikut nimbrung di perpustakaannya. :D

Cara dan tahap mereka saling berkenalan itu sangat manis. Si gadis itu orangnya penasaran dan dia juga nggak gampang nyerah untuk bisa berkenalan dengan si lelaki. Sedangkan si lelaki merasa minder karena fisiknya yang tidak sempurna.

Tapi Tuhan selalu punya cara untuk menciptakan masa depan. –hal.107

Delapan cerita lainnya juga nggak kalah menyenangkan. Selain cinta, dua belas cerita dalam kumpulan cerpen ini juga mengajarkan tentang pentingnya kesetiaan, saling memaafkan, jangan terlalu  cepat berburuk sangka dan lakukanlah hal yang memang seharusnya dilakukan sebelum terlambat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lima Channel Youtube yang Sering Kutonton

Inilah Aku: 5 Fakta tentang Diri Sendiri

Review: Surat dari Kematian

Lima Kebahagiaan Sederhana

[Cerpen-DiGi Magazine Edisi 03] Mei di Bukit Hitsujiyama

Pesan Moral dari Ade Ubaidil

[Review] Twiries The Freaky Twins Diaries

Postingan populer dari blog ini

Lima Channel Youtube yang Sering Kutonton

Inilah Aku: 5 Fakta tentang Diri Sendiri

Review: Surat dari Kematian