Inilah Aku: 5 Fakta tentang Diri Sendiri
Sekarang sudah masuk ke tema yang keenam
tantangan dari Blogger Perempuan Network. Aku mulai kesulitan untuk nulis
tentang tema yang keenam ini. Buktinya aku kelamaan memuat tulisan ini di blog.
Temanya: Lima Fakta Soal Diri Sendiri. Masih ada tiga tema pilihan lain sih kalau
merasa keberatan dengan tema yang sudah ditentukan sebelumnya.
Emang apa sih sulitnya tema yang ini?
Tema yang keenam ini berarti kau harus
membeberkan tentang dirimu sendiri. Jujur
saja, aku malu. Mau pakai tema
pilihan lain, tapi tema pilihan itu sudah pas untuk mengganti beberapa
tema-tema selanjutnya. Hoho. Tapi, lima fakta tentang diri sendiri kan juga
penting, ya. Anggap saja ini sebagai ajang saling kenal dengan teman-teman
blogger dan pembaca. Apalagi aku ini anggota baru di BPN. Baiklah, aku mulai
dari fakta yang pertama.
1. AB
Kepribadian
setiap orang itu nggak sama. Semuanya punya keunikan masing-masing. Katanya nih,
zodiak dan shio turut mempengaruhinya. Tidak hanya itu, golongan darah juga
menentukan. AB itu golongan darahku. Golongan darah yang minoritas. Setelah
kubaca tentang kepribadian orang-orang yang bergolongan darah AB, itu memang
pas kali sama diriku.
2. Introvert
Golongan
darahku AB dan aku introvert, jadi super kalem, penyendiri, dan minim bicara. Lengkap
sudah.
3. Pluviophile
Hujan itu
jangan dimarahi kalau dia turun. Kalau liat awan mendung, aku itu udah
sorak-sorak bergembira. Tapi cuma dalam hati. Dan semakin gembira kalau hujan
mulai turun, apalagi deras sederas-derasnya. Jadi kalau ada hujan turun, itu
termasuk bagian dari doa-doaku.
Doa
orang jomlo ya begitu.
Eh,
nggak ada hubungannya, ya.
4. Jouska
Untuk mengusir sepi, untuk memberitahu pada diriku sendiri
kalau aku nggak sendirian. Aku yang nanya, aku sendiri yang jawab. Nanti bisa
tuh ujung-ujungnya jadi kayak diskusi antara dua orang gitu. Kayak yang satu
setuju sama hal ini, yang satu lagi kontra, nggak setuju. Aneh si memang. Adakah
yang kayak begini juga? Suka ngomong sendiri, tapi cuma dalam hati, cuma dalam
imajinasi sendiri.
5. Masih
Suka Banget Nonton Film Kartun
Aku
masih senaaaang kali nonton film kartun, yang katanya itu tontonan untuk anak-anak.
“Udah tua masih aja nonton kartun!” komentar orang-orang yang nggak perlu
kusebut namanya. Emang napa kalau aku masih suka nonton kartun? Karena aku udah
tua terus dia berharap seharusnya aku nonton JAV, gitu? Ahahahaha. Hush!
©©©
Aku
kelihatannya enggak peduli sama orang lain, tapi sebenarnya aku peduli. Aku
nggak merasa ekslusif, aku nggak sombong, apalagi sok jaim. Kalau ada orang
yang kukenal ber-say hai ria dari jauh sama aku terus akunya diem aja kayak
nggak ada kejadian apa-apa, itu bukan berarti aku sombong, itu karena penglihatanku
bermasalah. Haha.
Aku tetap
senang bertemu dengan orang banyak dan orang baru, tapi porsi untuk menyendiriku
itu memang lebih banyak.
Aku
bukan nggak suka ngomong, tapi berusaha untuk nggak banyak ngomongin hal yang
nggak penting. Aku juga sadar diri, kalau aku kasih komentar ke orang itu
kadang suka pedih (maaf), jadi itu yang kujaga. Aku sedikit ngomong aja, orang
merasa terganggu, apalagi kalau banyak omong.(Ada sih beberapa orang yang
merasa risih karena aku terlalu diam bagi mereka. Entahlah.)
Ini jadi
pelajaran untukku. Ada yang orang yang kelihatannya jahat, tapi sebenarnya jika
sudah mengenalnya ternyata dia nggak jahat. Terus kalau ada orang yang kayaknya
ini orang sombong, tapi sebenarnya dia nggak sombong. Jangan terburu-buru
menghakimi ekspresi wajah orang lain kalau belum benar-benar mengenalnya.
Jangan terlalu cepat menilai orang lain.
Terima kasih
untuk orang-orang yang hingga kini mau berteman denganku yang aneh ini dan
beberapa di antara mereka mau menjadi sahabatku.
*ini
tulisan kok kata ‘kalau’-nya banyak, ya.
#Day6
#BPN30dayChallenge2018
Sumber gambar: www.pixabay.com


Komentar
Posting Komentar