[Review] Twiries The Freaky Twins Diaries
Judul Buku: Twiries, The Freaky Twins Diaries
Penulis: Eva Sri Rahayu dan Evi Sri Rezeki
Penerbit: de TEENS
Editor: Ainini
Komik dan Ilustrator: Zamal Matian
Inker: Anton Gustian
Desainer Cover: Ann_Retiree
Layouter: Fitri Raharjo
Pracetak: Endang
Tahun Terbit: Mei 2014, Cetakan Pertama
ISBN: 978-602-255-577-3
Buku ini bukan buku psikologi yang
memberikan panduan bagaimana menghadapi anak kembar. Buku karya kak Eva dan kak
Evi ini merupakan kisah kehidupan keduanya yang memang terlahir kembar.
Pengalaman lucu, indah, bahkan sedih, mereka ceritakan di dalam buku ini.
Orang-orang biasa, yang enggak punya
saudara kembar, selalu memberikan pertanyaan mainstream kepada anak kembar.
Misalnya, Apa sih bedanya kalian? Siapa yang lebih cantik? Eva atau Evi?
Dan pertanyaan-pertanyaan seperti itu
adalah pertanyaan favorit yang sering diajukan kepada anak kembar.
Kadang agak sebal juga sih ditanya
begitu. Soalnya untuk menjawab, mau nggak mau kami harus membandingkan diri.
Untuk anak kembar, dibanding-bandingkan itu mimpi buruk! -hal 20.
Tuh, siapapun pasti nggak mau
dibanding-dibandingkan. Di dalam buku ini, ada daftar pertanyaan yang nggak
banget untuk ditanyakan kepada anak kembar. Kak Eva dan Kak Eva menyebutnya
‘Silly Question’.
Kesan yang kudapat saat membaca buku
ini adalah aku seperti berhadapan langsung sama penulisnya. Jadi seperti
mendengarkan curhat mereka, bukan membaca lagi malah. Apalagi kalau keduanya
sedang berbeda pendapat, kayak menonton orang yang sedang bertengkar. *Mulai
ngebayangin aslinya di dunia nyata, kalau mereka sedang bertengkar pasti lebih
heboh dari yang di buku*
Eeh...terus abis itu akur lagi. Cerita mengalir
lagi. Berhaha-hihi lagi. Kompak lagi. #ckckck...
Bacaan yang tidak berat, sehingga untuk
membacanya pun tidak sampai harus mengerutkan kening. Bahasanya ringan dan
humoris. Tapi, ada juga bagian yang menurutku itu tidak lucu, sebab lucunya
seperti dipaksakan, entahlah apa karena kebanyakan tanda hastag dan bintang
untuk menjelaskan adegan yang mereka lakukan. Ada juga sih kata-kata yang tidak
kupahami. Seperti di halaman 98, ada #EviBRBBeliBrankasBaru
BRB itu apa ya?
Ah, memang aku yang kudet kali? :-3
Oh iya di dalamnya tidak melulu berisi
huruf-huruf. Ada foto-foto dan yang menarik adalah dipadu dengan komik. Mungkin
karena adanya komik inilah yang membuatku seperti langsung berhadapan dengan
Kak Eva dan Kak Evi.
Membaca kehidupan mereka, jadi
kepengin punya saudara kembar. Apalagi di bagian ‘We Call It Twin Miracle,
Tujuh Alasan Kenapa Jadi Anak Kembar Itu Enak’. Uh...bikin iri deh.
Lewat buku ini, bisa jadi tahu
bagaimana kehidupan anak kembar, pengalaman mereka, dan bisa memahami hal-hal
apa saja yang boleh dan tidak boleh ditanya untuk anak kembar.
Dan lagi, semoga ada lanjutan kisah
kembar dari penulisnya. Tentu dengan tema yang lain. Rasanya masih banyak hal
lain yang belum mereka ceritakan. #Ih kepo deh.
My favorite quotes:
“Kami tidak pernah merasa kesepian. Bukan berarti secara
fisik kami bareng-bareng terus, lebih karena perasaan kami penuh.” hal 127
“... kalau kami sedang berantem. Rasanya sedih banget.
Kayak setengah nyawa kami tercabut.” Hal 127
“Akhirnya kami memutuskan, apa yang disebut rumah adalah
hati. Tempat pulang adalah hati yang mencintai, hati yang penuh maaf, dan hati
yang penuh penerimaan.” Hal 136
“Setiap individu akan bersinar dengan caranya sendiri”
hal 271

kayanya seru banget bukunya..
BalasHapusiya. coba deh baca (:
BalasHapus