Review : Gerimis di Atas Kertas
Ada tiga cerita di dalam buku yang berjumlah 200 halaman ini. Gerimis di Atas Kertas adalah salah satu judul di antara ketiga cerita tersebut. Pertama kali membaca judulnya, kupikir cerita itu akan dipenuhi dengan kesedihan. Padahal tidak selamanya yang namanya gerimis ataupun hujan adalah lambang dari kesedihan. Justru itu adalah rahmat dari Tuhan, kan. Tiga cerita di dalam buku ini memakai dua sudut pandang. Dua cerita cerita memakai sudut pandang orang pertama, yaitu aku. Dan cerita yang satunya lagi memakai sudut pandang orang kedua, yaitu kamu. Aku suka kalau ada cerita yang sudut pandangnya itu kayak begitu, sudut pandang orang kedua. Dulu waktu sekolah tahunya cuma sudut pandang orang pertama dan ketiga. Tiga cerita itu mengambil latar tempat di Lombok. Ada beberapa kalimat yang menggunakan bahasa Sasak. Bahkan ada sejarah kota Ampenan di dalamnya. Ya, salah satu cerita itu ada yang berpusat di Kota Ampenannya. Ketiga cerita itu juga menggambarkan betapa indahnya...