Yang Tidak Pernah Dibalas
“Menurutmu mengapa seseorang tidak membalas pesan yang kau kirimkan padanya?” Aku berhenti mengunyah keripik kentang yang penuh sesak di dalam mulutku. Tinggal dua kunyahan lagi maka keripik kentang ini siap meluncur masuk ke dalam perutku. Kuperhatikan raut wajahnya. Tatapan matanya seperti tak ada nyawa, bibirnya menekuk ke bawah. Kuminum jus apel yang tinggal sedikit untuk membantu keripik kentang yang sudah hancur ini agar masuk ke tahap selanjutnya di lambungku. Kutepuk-tepuk tanganku untuk menghilangkan bumbu kentang goreng yang menempel. Aku mulai berpikir. Jawaban apa yang harus kuberikan untuk pertanyaannya itu. Bagiku, nggak apa-apa sih kalo orang tidak mau membalas pesanku. Tapi memang akan berbeda jika yang dikirimi pesan adalah seseorang yang engkau harapkan. “Mungkin dia belum sempat membaca pesanmu. Bisa saja dia sibuk,” jawabku. ...