Postingan

[Cerpen-DiGi Magazine Edisi 03] Mei di Bukit Hitsujiyama

Gambar
Ya, akhirnya cerpenku ini bisa diterima oleh Digi Magazine :D tepatnya Edisi 03 bulan Agustus lalu. Aku mengirim cerpen ini dari bulan Mei. Durasi menunggunya itu sampai tiga bulanan. Sempat juga terpikir untuk menarik cerpen kalau tidak muat juga :D #dasar gak sabaran. Ada beberapa bagian yang diedit di cerpen ini. Tapi yang kuposting sekarang ini versi aslinya.  *** Ini awal Mei dan aku suka dengannya. Ada dua alasan mengapa aku sangat senang menyambutnya. Pertama, karena inilah saatnya bunga-bunga shibazakura yang ada di Bukit Hitsujiyama bermekaran. Ada warna merah magenta, merah muda, juga ada yang berwarna biru muda dan putih. Tetapi tetap saja warna merahnya itu mendominasi. Jika dilihat dari kejauhan, Bukit Hitsujiyama seperti dilapisi dengan permadani warna merah muda. Dan pegunungan Daisetsuzan yang puncaknya tertutup salju membuat latar belakang Bukit Hitsujiyama menjadi sangat menarik. Tak heran jika musim panas tiba, tepatnya antara April dan Mei...

Menjaring Angin

            Aku tak pernah pergi, selalu ada di dalam hatimu Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku Saat aku tak lagi di sisimu Kutunggu kau di keabadian Aku tahu, itu soundtrack film Habibi dan Ainun, kan ? Kisah kasih dua insan yang sangat romantis. Dan kau mengirim potongan lagu itu untukku lewat sms. Lagi-lagi, sikapmu berhasil membuat perasaanku kacau balau, tapi bahagia. Penasaran, kubalas smsmu, apakah mungkin kau salah kirim? Bisa saja kan itu untuk dia, abang tersayangmu. Gak ;) Itu balasan darimu. Balasan yang menenteramkan hatiku, sejenak. Karena lagi-lagi aku terhenyak, menyadari kalau kau masih bersama dengannya. Sungguh, apa maksud dari smsmu itu? Jika kau memang akan membalas rasaku, katakanlah dengan jelas. Jangan membuat semuanya terasa samar-samar. Karena aku butuh kepastian.

I’m (not) Lonely

Gambar
Aku duduk di tepi balkon mesjid, menulis kisah ini. Aku sendirian. Ya bagaimanapun ini semua akan kuhadapi dengan sendirian.  Hm...tunggu. Tidak! Tidak 100% sendirian. Tetaplah yakin bahwa ada Allah yang mendampingiku. I believe it.

Nenek (Tidak) Sendirian

Gambar
“Kenapa nggak tinggal sama kita aja sih, Bun?” Selalu itu yang diucapkan mamaku kalau berkunjung ke rumah nenek. Nenek sudah menjanda, sedangkan kelima anaknya sudah tidak tinggal di rumahnya ini. Semuanya sudah berkeluarga dan hidup di kota. Kami datang hanya saat liburan dan lebaran tiba. Usianya sudah 63 tahun. Kasihan memang jika nenek tinggal sendiri. “Kalo aku ikut kalian, siapa yang mengurusi ayam-ayamku?”

Impianku: Dulu dan Sekarang

Siapapun punya cita-cita. Apa cita-citamu? Itu pertanyaan paling sering ditanya waktu SD. Ada yang mau jadi dokter, polisi, tentara, pilot, guru, bahkan ada yang mau jadi artis. Itulah jawaban yang paling sering diucapkan teman-temanku waktu SD. Nah sekarang, apakah masih bertahan dengan cita-cita yang diucapkan dulu? Sudah tercapai belum? Apakah ada perubahan dalam pemilihan cita-citamu? Pilihan cita-citaku 17 tahun yang lalu, saat umurku masih 5 tahun, aku ingin jadi GURU. Waktu itu aku berpikir jadi guru itu pekerjaan yang mulia. Ngajarin orang yang nggak tau jadi tau . Apalagi sampai ada lagu yang judulnya Pahlawan Tanpa Jasa. Isi lagu itu menggambarkan betapa mulianya jadi seorang guru. Namun saat SMP, cita-citaku berubah. Keinginan untuk jadi guru tetap masih ada hanya saja enggak semenggebu waktu aku SD. Aku malah pengen jadi penulis.

Kesan Bersama Dinamika

8 SESUATU Oleh Fitri Laily Aku masih ingat saat pertama kali aku mengenalnya. LPM Dinamika IAIN SU, aku mengenalnya saat OPAK IAIN SU. LPM Dinamika, organisasi intra kampus yang bergerak di bidang jurnalis. Kalau aku daftar jadi anggota Dinamika berarti aku bakalan jadi jurnalis kampus. Jurnalis, itu kan salah satu cita-cita dari sekian banyak cita-citaku yang selama ini kuidam-idamkan. Tapi kok, kenapa waktu itu aku kurang sreg ya untuk daftar jadi anggota Dinamika?? Ternyata pertemuan dan pandangan pertama waktu itu belum menyentuh hatiku. Untuk mengisi kekosongan waktu, selain kuliah dan bantu mamak di rumah, aku malah beralih dan bergabung dengan organisasi lain, tapi organisasi ekstra. *** Semester empat... Kulihat sebuah baner dipajang manis yang berhadapan dengan pintu gerbang masuk ke kampus IAIN SU. Baner itu memberitahu kepada siapapun yang melihatnya kalau LPM Dinamika IAIN SU lagi buka pendaftaran, perekrutan anggota baru.   Isi tulisan di baner itu s...

JALAN-JALAN MALAM

Karena terlalu asyik, aku nggak sadar kalau jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas!! Waduuh!! Aku pun segera minta tolong sama abang penjaga warnet untuk menge - print makalah yang sudah kuketik. Tak lupa juga kusimpan datanya di flashdisk . Arbi , adikku, masih asyik dengan Point Blank - nya.             “ U dah setengah dua belas, dek. Ayo pulang! Nanti nggak ada angkot”, aku menyadarkannya.“ M inta jemput sama ayah aja”, sarannya. Oh iya ya. Kurogoh kantong celana jeansku. Lho? Nggak ada? Kuperiksa dikantong yang sebelah kiri. Nihil! Wuaaah.. Hpku ketinggalan! Biasanya aku bawa tas, tapi karena tadi kupikir cuma sebentar aja di warnet ya nggak kubawa. Gawat !

Postingan populer dari blog ini

Lima Channel Youtube yang Sering Kutonton

Inilah Aku: 5 Fakta tentang Diri Sendiri

Review: Surat dari Kematian

Lima Kebahagiaan Sederhana

[Cerpen-DiGi Magazine Edisi 03] Mei di Bukit Hitsujiyama

Pesan Moral dari Ade Ubaidil

[Review] Twiries The Freaky Twins Diaries