Kesan Bersama Dinamika
8 SESUATU
Oleh Fitri Laily
Aku masih ingat saat pertama kali aku mengenalnya. LPM Dinamika IAIN SU,
aku mengenalnya saat OPAK IAIN SU. LPM Dinamika, organisasi intra kampus yang
bergerak di bidang jurnalis. Kalau aku daftar jadi anggota Dinamika berarti aku
bakalan jadi jurnalis kampus. Jurnalis, itu kan salah satu cita-cita dari
sekian banyak cita-citaku yang selama ini kuidam-idamkan. Tapi kok, kenapa
waktu itu aku kurang sreg ya untuk daftar jadi anggota Dinamika??
Ternyata pertemuan dan pandangan pertama waktu itu belum menyentuh
hatiku. Untuk mengisi kekosongan waktu, selain kuliah dan bantu mamak di rumah,
aku malah beralih dan bergabung dengan organisasi lain, tapi organisasi ekstra.
***
Semester empat...
Kulihat sebuah baner dipajang manis yang berhadapan dengan pintu gerbang
masuk ke kampus IAIN SU. Baner itu memberitahu kepada siapapun yang melihatnya
kalau LPM Dinamika IAIN SU lagi buka pendaftaran, perekrutan anggota baru. Isi tulisan di baner itu seolah-olah
menghipnotisku. Aku yang awalnya belum begitu tertarik dengan Dinamika, tapi
saat itu ada rasa yang mendorongku untuk bergabung dengan Dinamika. Aku
terpesona. Apa karena gara-gara lihat
banernya ya? Siapa sih yang design?
Ternyata kedua sahabatku juga mau ikut menjadi anggota Dinamika. Ditambah
lagi seorang teman lamaku yang sudah menjadi anggota Dinamika, menyarankanku
untuk ikut bergabung di organisasi intra kampus tersebut. Akhirnya kuputuskan
aku ikut gabung di Dinamika setelah memenuhi berbagai persyaratan dan ujian
yang kuhadapi untuk menjadi anggota, mulai dari ujian selama tiga hari, lalu
setelah dinyatakan lulus harus magang lagi selama tiga bulan, lalu pengukuhan
dan baru lah jadi kru muda Dinamika.
Bagaimana dengan organisasi ekstra yang kupilih?? Aku yang salah, ternyata
itu bukan bidangku, aku pun tidak bisa berbuat apa-apa di dalam organisasi itu.
Aku move on.
***
Januari 2013...
Tidak terasa sudah hampir satu setengah tahun aku
mengabdi di LPM Dinamika. Begitu banyak hal-hal berkesan yang kulalui
bersamanya. Dari awal mendaftar menjadi anggota Dinamika saja sudah banyak hal
mengesankan yang aku rasakan. Saat magang, pengukuhan, itu semua tidak akan kulupakan.
J
Aku yang dari kecil sampai kuliah, belum pernah
sama sekali naik kereta api. Padahal aku ingin sekali naik kereta api. Dan
setelah sekian lama menanti akhirnya keinginanku terwujud! Yipiie...
Waktu itu ada kegiatan magang namanya PPL atau Praktek
Peliputan Lapangan. PPL itu dilakukan di Binjai, jadilah akhirnya aku bisa naik
kereta api...tut...tut...tut...
Itu masih satu kesan. Dan berdasarkan versiku, ada
delapan sesuatu yang berkesan selama aku jadi kru Dinamika. Melebih tujuh keajaiban dunia yaa...
Well, ini dia delapan sesuatu yang mengesankan bersama LPM Dinamika (ala
pembawa acara Spotlite Trans7):
1. Dua Cita-Cita Terpenuhi
Melalui Dinamika aku bisa menggapai dua cita-cita yang aku
inginkan yaitu jadi jurnalis dan penulis. Meskipun masih menjadi seorang jurnalis kampus yang
jangkauannya belum begitu luas, aku sudah merasakan, oh ternyata jadi seorang
jurnalis itu kayak gini. Seru plus menyenangkan, meski kadang dikejar-kejar deadline, ditegur sama Pemred karena
berita nggak siap-siap.
Nah kalo jadi penulis?
Waktu itu ada tawaran dari bang Ali Murtadho (redaktur harian Analisa dan
alumni Dinamika) untuk kru Dinamika, yakni membuat cerpen yang nantinya akan
dibukukan menjadi antologi cerpen. Cerpenku yang pernah kuikutkan lomba waktu
SMA dulu dan nyatanya nggak menang, cerpen itu lah yang kukasih sama
bang Ali. Sebelumnya cerpen itu kuperbaiki lagi, memang aku yang salah. Karena
setelah kubaca berkali-kali, banyak kata yang bersalahan, baik EYD maupun
sinkronisasi isinya. Setelah yakin barulah kukirim. Aku tidak berharap banyak.
Berhasil masuk, Alhamdulillah, kalo nggak ya mungkin belum rezeki.
Setelah beberapa bulan menunggu (berapa
lama ya? Nggak kuhitung-hitung, karena terlalu pasrah), akhirnya buku itu
diterbitkan dan......cerpenku lulus! Ternyata, dia memang nggak menang waktu
kuikutkan lomba, tapi sekarang dia dibukukan bersama cerpen kru Dinamika yang
lain. Itulah, ternyata Allah punya rencana lain. Namun jangan
berhenti sampai disini saja. Tetap lanjuut… (jadi penulis)
2. Teman-teman Baru
Bersama Dinamika aku bisa menambah koleksi
teman-temanku yang baru. Memangnya mainan?? Ada hal positif yang pantas untuk ditiru setelah mengenal mereka. Aku
mengenal orang-orang baru dengan skill yang luar biasa, semangat yang
luar biasa juga. Terbukti karena semangat abang dan kakak senior, Dinamika tetap berdiri. Selalu
terharu kalo bang Molen cerita tentang perjuangan dia bersama teman-temannya.
3.
Dinamika Mengkaji Islam
Itu kepanjangan dari Dinamis. Dinamis diadakan setiap
hari Jumat. Ini yang membuatku
terkesan sama Dinamika. Dinamika tetap menjunjung nilai-nilai keislaman.
Nggak ilmu jurnalis aja yang diberikan tapi siraman rohani juga perlu coy.
Tapi sebentar lagi kan bang Irhas mau wisuda,
berarti ya nggak jadi kru Dinamika lagi. Lalu siapa ya pengganti bang
Irhas? L
Atau seterusnya bang Irhas aja yang ngisi Dinamis.
4. Makanan.
Aku sempat shock saat pertama kali melihat kru
senior bisa berubah 1000 Celcius kalo melihat makanan. Seperti
vampir-vampir yang mencium aroma tubuh manusia, jangankan melihat, hanya
mencium aromanya saja meskipun masih di dalam tas, mereka yang dijuluki Tim
Sapu Ranjau, sudah tau kalo ada makanan yang tersembunyi. Ketika bungkus
makanan mulai dibuka, aroma makanan itu akan langsung terhirup oleh hidung para
kru. Kru-kru yang tadinya asyik dengan kegiatan masing-masing langsung terdiam
sambil menatap dengan penuh nafsu dan langsung menyerbu orang yang bawa makanan
eh... makanannya. Dan makanan pun
lenyap seketika beserta bungkusnya (kalo bisa).
Tapi itulah kebersamaan dan rasa saling berbagi, enak nggak
enak makanannya tetap habis juga karena dimakan dan dirasakan bersama-sama.
5. Abang-Abang Keren
Bagiku abang-abang senior Dinamika itu mengesankan
dan keren, karena di antara mereka tidak ada yang merokok. Belum pernah kulihat
bang Molen, bang Irhas, bang Umar, bang Heddy, bang Murpi, dan Romi merokok di
sekret. Itu hal yang luar
biasa buatku. Jadi, tak apalah di sekret itu sering tercium bau-bau yang aneh
asal jangan ada asap rokok. Dan kuharap, krupers laki-laki yang sekarang juga
gitu, walaupun ada yang merokok, ya merokoknya jangan di dalam sekret. Mungkin
perlu diajukan ke rektor kali ya, di sekret Dinamika dibuat ‘smoking area’.
Hihihi...
6. Seperti jadi SPG
Kalau majalah sudah terbit, semua kru dapat jatah
untuk menjual majalah. Aku jadi merasa kayak SPG, itu lho Sales Promotion
Girl, menawarkan kepada mahasiswa dan dosen untuk membeli majalah Dinamika.
Reaksi mereka beraneka ragam. Ada yang antusias, ada yang biasa-biasa aja
bahkan ada yang tidak peduli. Huhh...nggak tau dia ya kru Dinamika susah payah
membuat majalah Dinamika.
7. Mujib Asyik
Ada yang unik kalo Dinamika lagi rapat. Cara dan
aturan rapat Dinamika beda dari rapat-rapat yang selama ini kutau. Sebelum
rapat dimulai, salah satu kru ditunjuk untuk membaca doa ilham. Setelah membaca
doa ilham, ada kata-kata
motivasi yang disumbangkan dari kru yang mau. Dari kata-kata motivasi itu bisa memberikan
sugesti positif bagi kru yang mendengarkannya. Dan bisa membangkitkan semangat
kru untuk tetap bertahan dan berjuang di Dinamika.
Dan
lagi, kalau usulmu diterima, beristighfarlah. Jika usulmu ditolak, ucapkan
Alhamdulillah. Usul yang kita ajukan jika diterima harus benar-benar
dipertanggungjawabkan, usul yang diterima itu berarti amanah. Jangan langsung
berbangga hati kalau usul diterima. Tetaplah rendah hati.
8. Barangku Hilang.
Barang yang mana??? Hahaha... Seringkali kru
Dinamika kehilangan benda yang dimilikinya selama berada di sekret. Aku pun
pernah jadi korbannya. Sepatuku hilang. Anehnya cuma sebelah pula, sebelahnya
lagi entah kemana. Sampai sekarang tidak jumpa, bangkainya pun tak dapat.
Padahal itu sepatu favoritku.
Sepatu adalah barang yang
sering hilang entah kemana, bahkan sampai buat pengumuman di Group Redaksi LPM
Dinamika untuk menanyakan dimana sepatu yang empunya berada. Memang tidak semua
hilang tanpa jejak, ada kru lain yang memakainya tapi nggak bilang-bilang. Ya sudahlah. Yang hilang
diikhlaskan karena ada gantinya yang lebih baik. Mungkin Pimum harus
buat asuransi untuk barang-barang kru yang hilang. # saran apa itu?? =,=”
9.
Amplop Penyemangat
Unik sekali, setelah masa penjualan majalah
selesai, ada pembagian hasil kerja keras selama pembuatan majalah, sesuatu yang
dibungkus amplop putih. Isinya lumayan bagiku, tapi yang paling berkesan itu di
setiap amplop bertuliskan kata-kata dari masing-masing kru untuk si pemilik amplop. Ada
kata-kata motivasi, kritikan, pujian, pokoknya terserah deh. Sampai sekarang amplop itu masih kusimpan rapi walau
isinya sudah tak ada. Beneran lho nggak
tega mau merusak amplopnya.
Yup, inilah delapan sesuatu yang kulalui dan kurasa selama aku
menjadi kru Dinamika di masa kepemimpinan bang Maulana Muhammad Hasan. Bagiku,
sesuatu yang mengesankan itu adalah sesuatu yang indah, menyenangkan dan sangat
membekas di benakku. Bergabung dengan Dinamika itu tidak sia-sia, karena ada
hal bermanfaat yang didapat dan ada yang dihasilkan. Melalui Dinamika, banyak
keinginanku yang tercapai. Aku senang dan nyaman di Dinamika, aku punya keluarga baru di kampus ini.
Semoga di kepemimpinan yang baru berikutnya lebih
mengesankan dan Dinamika terus ada, juga semakin berkualitas.
Salam Pers!
# Aku bangga sekali mengatakan ‘Salam Pers’
^_^
Komentar
Posting Komentar