Pekerjaan Rumah yang Kusukai
Menurutku tidak ada
batasan gender untuk masalah pekerjaan rumah tangga. Baik yang laki-laki
ataupun perempuan boleh saja kan mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga. Urusan
memasak tidak harus selalu dipegang oleh kaum perempuan. Lelaki pun juga boleh
menyentuh wajan, kompor, dan alat-alat dapur lainnya. Salut kalau ada laki-laki
yang jago masak. Aku malah kepikiran pengen punya jodoh yang jago masak, karena
aku hobinya makan (bukan memasak). Haha.
Begitupun juga nggak
masalah kalau ada perempuan yang bisa benerin atap yang bocor, mengecat rumah,
atau main-main sama paku dan palu.
Mmm, sebentar, setelah kubaca bolak-balik lalu kurenungkan tentang tema blog challenge untuk #day21 ini, aku jadi agak bingung. Pekerjaan Rumah Tangga yang Disukai? Apa tema ini untuk yang sudah menikah, ya? Rumah tangga? Sedangkan aku belum berumah tangga. Saat membaca tema itu yang terlintas di pikiranku ya tentang pekerjaan rumah, tentang tugas sehari-hari yang harus aku lakukan supaya rumah tetap rapi dan elok.
Tapi ya sudahlah ya. Kenapa pikiranku harus seribet itu, heh? Sepertinya nggak masalah kan mau sudah berumah tangga atau belum.
Karena aku belum punya tangganya, jadi aku fokus ke pekerjaan rumah yang biasa kulakukan di rumah. Tanpa pakai kata tangga.
Bicara tentang
pekerjaan rumah, ada beberapa yang aku sukai dan yang tidak kusukai. Padahal
dari dulu Mamak sering mengingatkan kalau melakukan pekerjaan rumah jangan
pilih-pilih, usahakan harus bisa melakukan semuanya. Aku sih pengennya bisa
melakukan semuanya. Tapi ya namanya tergantung selera dan mood, makanya jadi pilih-pilih
pekerjaaan rumah.
Kalau disuruh pilih
pekerjaan rumah mana saja yang aku sukai maka aku akan memilih mencuci piring
dan menyetrika.
Mencuci Piring
Meski jari-jariku
sering terluka saat cuci piring misalnya akibat tertusuk duri ikan dan
lain-lain, aku tetap suka cuci piring. Rasanya nggak puas kalau aku nggak tahu
proses pencucian alat-alat makan yang aku dan orangtuaku gunakan. Kalau aku
sendiri yang nyuci kan yakin alat-alat makan itu sudah bersih, kesat, dan harum
jeruk nipis bukan bau amis.
Menyetrika
Kalau pakaian yang
mau disetrika itu banyak, aku nggak letakkan semuanya di sampingku. Dikit-dikit
aja dulu biar nggak kelihatan banyak. Karena kalau kelihatan banyak jadi
merasa berat ngerjainnya. Haha.
Lebih enak
menyetrika daripada mencuci pakaian. Kalau mencuci pakaian harus lama-lama
berhadapan sama air. Bisa bikin lapar, kadang juga bisa bikin masuk angin.
Hal yang
menyenangkan dari kegiatan menyetrika itu aku bisa sekalian mendengarkan
lagu-lagu favorit. Ya, jadi tambah semangat, kan.
![]() |
| Dulu pernah punya model setrika kayak begini. Sibuk nyari arang dulu sebelum menyetrika. Sekarang udah mudah. Tinggal colok aja. Tapi pekerjaan jadi terhenti kalau mati listrik. Hehe. |
***
Itu dua pekerjaan
rumah yang paling aku sukai, namun aku juga tetap mengerjakan pekerjaan rumah
lainnya seperti menyapu halaman, bantuin Mamak masak, dan banyak lagi. Karena
urusan pekerjaan rumah itu kan tanggungjawab bersama seluruh anggota keluarga
yang ada di rumah.
#Day21
#BPN30dayChallenge2018
Sumber gambar: www.pixabay.com
Sumber gambar: www.pixabay.com



Komentar
Posting Komentar