Mau Apa di Tahun 2019, Fitt?



Sebegitu perlunyakah yang namanya perencanaan?

Tahun-tahun sebelumnya juga pernah buat daftar tentang apa-apa saja yang ingin dan akan kulakukan untuk tahun depan. Dan hasilnya? Ada yang tercapai, ada yang zonk juga. Lebih banyak zonknya, sih. Jadi pas tahun 2018, nggak ada buat daftar apa-apa. Semua ngalir aja kayak sungai.

Karena seringkali apa yang sudah kurencanakan, selalu berbelok arah dari apa yang aku harapkan. Pasti aja ada hal-hal yang nggak terduga yang menggagalkan rencanaku itu.

Apa keinginan dan rencanaku itu terlalu tinggi, jadi susah untuk kugapai? Apa salahku sendiri yang kurang serius menanganinya?

Bisa saja iya.

Maka, bila diminta untuk buat daftar harapan lagi untuk tahun 2019, aku nggak usah buat yang muluk-muluk deh. Kalau nggak dapat lagi nanti kecewa lagi. Aku buat hal-hal yang sederhana saja. Semoga bisa berhasil kulakukan.


Menabung
Meski nggak buat daftar untuk tahun 2018, aku tetap melakukannya. Karena menabung itu kan memang harus.  Tapi tahun ini nggak berhasil sampai penuh karena ada hal yang sangat penting dan mendadak jadinya harus diambil.
Kuharap di tahun 2019 aku bisa menabung dengan lancar sehingga nanti bisa kugunakan untuk hal yang aku inginkan.


Ikut Acara Seminar
Udaah lamaaaaa kali nggak pernah mengikuti acara seminar kayak bedah buku, workshop.
Sering menghadiri acara seminar kan cuma waktu masih kuliah dulu. Kuharap di tahun 2019, paling tidak satu atau dua acara seminar yang bermanfaat bisa kudatangi.



Satu Bulan Dua Buku
Mungkin ada yang menganggap ini terlalu sedikit. Satu bulan masa baca dua buku? Itu kan masih rencana, ya. Kalau sempat, bisa saja kan lebih dari dua buku. Kuharap aku bisa baca lebih dari dua buku sih dalam satu bulan. Moga aja bisa.



Berhenti Jadi Deadliner
Deadliner? Salah satu kebiasaan burukku ini kalau mengerjakan sesuatu  pasti nunggu waktu genting, baru deh dikerjain. Kebanyakan nantilah-nantilah-nantilah. Kuharap tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya, aku mau berusaha mengerjakan apapun bisa tepat waktu. Sudah bolak-balik mengalami hal yang nggak asyik karena ngerjai sesuatu dengan waktu yang mepet. Meski terkadang the power of kepepet itu adalah sebuah keajaiban, tapi sering-sering begitu nggak baik, ya.



Kebahagiaan untuk Orangtua
Emang sebelumnya nggak ngasih kebahagiaan untuk orangtua?
Ya, tentu ada. Tapi untuk tahun ini harus lebih banyak lagi. Usia mamak dan ayah semakin bertambah, kondisi fisik yang nggak sekuat saat mereka masih muda. Tidak banyak permintaannya, cukup menjadi teman setia saat dia berbicara, bercerita. Aku tahu apa yang kuberikan nggak sebanding dengan apa yang sudah mereka berikan.


***
Sebenarnya apa yang ingin kulakukan untuk tahun depan, tahun 2019, itu masih banyak. Sisanya, ada di buku catatanku. Semoga aku bisa konsisten dengan daftar-daftar yang sudah kutulis. Begitu juga untuk teman-teman yang memiliki harapan. Semoga harapannya bisa terwujud.

#Day17
BPN30dayChallenge2018

Sumber gambar: www.pixabay.com


Komentar

  1. hahah mba deadliner jg yah, btw aku jga gtu tapi kuakalin pake bullet jurnal lumayanlah hasilnya gak dealiner ama2 wkwkw. btw mudah2an tercapai keinginannya di 2019 yah mba, amiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. bullet jurnal? Itu gimana ya, Mbak? Jadi pengen tau, hehe

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lima Channel Youtube yang Sering Kutonton

Inilah Aku: 5 Fakta tentang Diri Sendiri

Review: Surat dari Kematian

Lima Kebahagiaan Sederhana

[Cerpen-DiGi Magazine Edisi 03] Mei di Bukit Hitsujiyama

Pesan Moral dari Ade Ubaidil

[Review] Twiries The Freaky Twins Diaries

Postingan populer dari blog ini

Lima Channel Youtube yang Sering Kutonton

Inilah Aku: 5 Fakta tentang Diri Sendiri

Review: Surat dari Kematian