Hello, Yang Kusayang



Kalau Mael Lee itu adalah preman terkuat di bumi.

Maka bagiku, Mamaklah wanita yang paling kuat yang ada di bumi dan dalam hidupku. Wanita yang telah mempertaruhkan nyawanya demi kelahiranku dan adikku. Berdel-del rasa sakit yang menghantam dirinya, tapi tidak dia pedulikan demi aku dan juga adikku.

Pernah waktu asam uratnya kambuh, lengan kanannya sangat sakit, katanya. Sambil kubalur lengannya pakai minyak gosok (tanpa kuurut pastinya), kukatakan padanya. “Kan lebih sakit waktu melahirkanku, Mak.”

Dia menyanggahnya, dia bilang kalau dia sudah lupa seperti apa rasa sakit yang dirasanya saat melahirkanku waktu itu.

Oh, Mak, yang begitu multitasking, kalau istilahnya zaman sekarang. Semua pekerjaan di rumah mampu diampunya. Sambil memasak dia bisa mencuci piring, bisa menyapu rumah, bisa juga sekalian menjaga aku dan adikku di saat kami masih kecil.

Dulu aku suka kesal kalau dia memarahiku, melarangku melakukan apa yang kumau. Padahal sebenarnya dialah yang paling tahu apa yang baik dan tidak bagiku karena aku masih kecil waktu itu.

Oh, Mak, yang kata-katanya selalu menguatkanku, kata-kata yang menghiburku di saat aku merasa down dan sedih. Level kesabaran yang dimilikinya mengajarkanku untuk harus juga bisa sabar dan kuat menjalani hidup ini.

Jika sebuah kebahagiaan yang maha besar itu syaratnya adalah nyawa, aku bersedia. Nyawaku saja.

Aku tahu tentang rasa khawatirnya untukku. Aku tahu ada banyak hal yang ingin ditanyakannya padaku. Aku paham ada yang ingin dituntutnya dariku tapi dia enggan mengatakannya padaku. Aku tahu, mamak bermaksud untuk menjaga perasaanku.

Aku cuma bisa bilang, jangan terlalu khawatir padaku. Mamak sudah berumur banyak. Sesekali tenangkan pikiran. Jangan terlalu banyak memikirkanku. Aku akan baik-baik saja. Berulang-ulang aku bilang begitu. Tapi memang aku sungguh baik-baik saja. Nggak perlu dengarkan apa kata orang. Perkataan-perkataan yang baik kita terima, yang buruk-buruk jangan dikasih izin masuk ke telinga. Ini hidup kita. Kita yang menjalani.


Aku malah berpikir kalau lebih baik aku mengurus mamak dan ayah saja. Membuat mereka merasa tenang di hari tuanya. Meski memang apa-apa yang sudah kulakukan ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa-apa yang sudah mereka berikan dari aku bayi hingga sekarang.

***
Semoga kesehatan dan kebahagiaan selalu dilimpahkan Tuhan untuk mamak dan ayah, juga untuk orangtua-orangtua yang sudah berjuang keras untuk kebahagiaan anak-anaknya.

#Day 28
#BPN30dayChallenge2018


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lima Channel Youtube yang Sering Kutonton

Inilah Aku: 5 Fakta tentang Diri Sendiri

Review: Surat dari Kematian

Lima Kebahagiaan Sederhana

[Cerpen-DiGi Magazine Edisi 03] Mei di Bukit Hitsujiyama

Pesan Moral dari Ade Ubaidil

[Review] Twiries The Freaky Twins Diaries

Postingan populer dari blog ini

Lima Channel Youtube yang Sering Kutonton

Inilah Aku: 5 Fakta tentang Diri Sendiri

Review: Surat dari Kematian