Barang-Barang Kenangan yang Masih Disimpan
Tema hari kesebelas
untuk #BPN30dayChallenge adalah barang yang dikoleksi di rumah. Dipikiranku,
kata koleksi itu menunjukkan sesuatu yang wah dan mahal. Dari yang kulihat,
kebanyakan barang yang dijadikan koleksi itu adalah barang-barang yang keren. Ada orang yang suka mengoleksi
boneka panda (dari yang bentuknya mini sampai yang gede banget), ada yang
mengoleksi tas mahal, sepatu, perhiasan, mobil.
Kesenangan setiap
orang kan beda-beda. Dia suka mobil dan dia punya banyak uang, ya itu hak dia.
Lalu saya? Saya hanya sebagai penonton.
Aku senang membaca
profil para kolektor sedunia. Ada yang ambisius sekali sampai-sampai dia
operasi supaya wajahnya mirip sama tokoh hero yang dikoleksinya. Wah wah! Namanya
juga ngefans berat, ya.
Lalu, kau sendiri
mengoleksi apa saja?
Hmm...ada sih, yang
jelas itu bukan mantan. Aku nggak punya mantan. Ahaha. *nggak usah ngasih
pengumuman gitulah.
Tapi apa ini bisa
disebut koleksi, ya?
Menurut KBBI sih
koleksi itu kan artinya kumpulan. Bisa dalam bentuk gambar, benda bersejarah,
lukisan, dan sebagainya.
Okey, jadi menurutku
koleksi bukan harus yang mahal, koleksi itu sesuatu yang berharga lantas dikumpulkan
untuk bisa selalu dilihat dan diingat. Ada
memang beberapa benda yang kukoleksi. Bagiku sih ini benda-benda bersejarah. Benda
yang menjadi saksi mata saat aku masih sekolah dulu. *halah
Kertas
Hasil Ulangan dan Ujian Semester. LKS SMP dan SMA.
Aku
masih menyimpan mereka lho sampai sekarang. Aku merasa terhibur kalau melihat
kertas-kertas hasil ulangan dan ujian itu. Setiap kali melihatnya aku jadi
teringat kenangan-kenangan saat masih sekolah dulu. Kertas-kertas itu jadi
pengingat kalau dulu waktu SMP, aku payah sekali dalam pelajaran Bahasa Inggris.
Aku pernah dapat nilai 4 untuk materi tentang Passive Voice. Dari kertas-kertas
itu pula aku bisa melihat perkembangan nilai Bahasa Inggrisku saat SMA yang
agak lumayan baik.
![]() |
| Waktu SMA pelajaran favorit itu Biologi dan Bahasa Indonesia. Jangan tanya nilai Matematikaku. Huhuhu. |
![]() |
| LKS Bahasa Inggris saat masih kelas 1 SMP. |
![]() |
| Lumayan saat SMA paham (dikit). Waktu SMP itu masih missqueen, nggak ikutan les di bimbel. |
Koleksi
kertas hasil ulangan dan ujianku ini nggak terlalu lengkap karena ada beberapa
guru yang tidak membagikannya kembali.
Barang-Barang
Pemberian Orang Lain
Teman
SMA pernah memberikanku gantungan kunci boneka orangutan yang berukuran mini. Selain
makanan, itu oleh-oleh darinya saat dia baru pulang dari kegiatan pramuka yang
diikutinya. Kemana ya dia waktu itu? Aku lupa. Yang pasti di luar Medan apa di
luar Sumatera, ya. Ya elah lupa. Gantungannya udah berkarat tapi bonekanya
masih kece.
![]() |
| #SaveOrangutan |
Dulu aku
pernah jadi guru les privat. Seorang murid tiba-tiba memberikanku mobil-mobilan
mini saat aku mengoreksi jawabannya dari soal yang kuberikan.
‘Ibu mau
ini?” Aku nggak jawab cuma ngeliatin dia aja.
“Nih,
untuk ibu.” Ditaruhnya mobil mainan itu didekat tanganku. Ya, kuterima saja dan
sekarang juga masih kusimpan, lho.
Masih
banyak lagi sih, barang-barang lain yang mungkin bagi orang lain itu hal remeh
dan nggak berguna tapi bagiku pemberian dari orang-orang yang kenal dan dekat
sama aku itu penting.
***
Itu sih
dua hal penting yang kukoleksi.
Biasa
aja, ya? Ahahaha.
Mamakku
sudah pernah menyuruhku untuk menjual LKS-LKS itu. Tapi aku nggak sampai
hati gitu lho. Akunya merasa sayang kalau itu dijual. Sebenarnya kalau itu
nggak ada, ruang dalam lemari bukuku jadi lebih luas. Mungkin ini juga yang dirasakan
oleh kolektor-kolektor itu kalau disuruh meninggalkan barang-barang koleksinya.
Yaiyalah,
lagian kan yang dikoleksi mereka itu barang-barang mahal, pantas saja
keberatan. Lha kamu?
Hehe. Memang
bukan barang mahal tapi barang-barang kenangan. Eh, lagian kan di dalam LKS itu
ada ilmunya juga, makanya sayang kalau dijual ke tukang loak yang nanti malah
dijadiin bungkus bawang.
#Day11
#BPN30dayChallenge2018





Komentar
Posting Komentar