Kebaikan Alami untuk Si Sistem Pencernaan
Temanku pernah
bertanya, apa sih sesuatu yang paling nggak bisa ditahan oleh seseorang?
Sesuatu hal yang bila ditahan akan membuatnya menjadi gila.
“Apa hayo?”
Terus saja dia
memaksaku sampai aku mau menjawab pertanyaannya yang aneh itu. Dia maksudnya
mau main tebak-tebakan, tapi kok pertanyaannya begitu, ya.
“Jatuh cinta,”
jawabku ngasal.
“Bukan! Ada hal
yang lebih utama dibandingkan dengan jatuh cinta.”
“Wah? Rasa haus?
Lapar? Kawin? Nyebar berita hoax?”
“Duh,
bukan-bukan-bukan-bukan...”
Jadi, daripada
emosiku tersulut karena semua jawaban yang kuajukan nggak ada satupun yang
benar, giliranku yang memaksanya untuk memberitahu jawaban dari pertanyaannya
yang aneh itu. Aneh tapi bikin penasaran, kan?
Dan ternyata
jawabannya...
“...kebelet pengen
buang air besar,” jawabnya dengan santai dan tanpa merasa berdosa kalau aku
jadi tambah palak sama dia. Lantas aku mengajukan protes. Tapi dia
menyangkalnya. Dia bilang jawaban-jawaban yang kuberikan tadi memang benar,
tapi...
“...kan aku meminta
jawaban yang paling, kalo dalam pelajaran Bahasa Inggris bagian Degree of
Comparison, itu bagian yang Superlative, yang paling-palinglah pokoknya.”
Iyaian ajalah ya.
Beneran itu garing banget. Segaring tempe goreng buatan mamakku. Tapi masih
enakkan tempe goreng garing yang dicocol ke saus cabai daripada pertanyaan dan
jawaban dia yang bikin gemezz.
“Eh, kemampuan tiap
orang untuk menahan kebelet BAB kan beda-beda. Gimana sih? Kau aja kali yang
nggak bisa nahan dikitpun.” Sewot aku jadinya. Dan dia cuma ketawa-ketawa
bahagia. Bahagia karena kejahilannya itu berhasil memicu emosi korbannya. Duh!
...
Namun, aku pikir-pikir
jawaban dia itu ada benarnya juga. Ada masanya rasa kebelet itu benar-benar
nggak bisa ditahan. Dia pasti punya pengalaman kayak begitu. Eh nggak dia aja
kayaknya. Aku juga pernah. Barangkali orang lain juga. Ya, jangan ditunda kalau
udah kebelet BAB, nanti ujungnya bisa berabe. Seperti yang dikatakannya, kalau
ditahan bisa bikin gila.
Pastilah akan
merasa tenang dan bahagia, kalau rasa kebelet BAB itu bisa dituntaskan dengan
lancar jaya. Yang jadi masalah itu kalau ternyata ‘macet’ sehingga harus lama-lama
di toilet sampai merasa bosan.
Gitu memang kalau
sering menunda BAB. Juga salah sendiri nggak rajin makan buah dan kurang minum
air putih. Padahal kalau nggak sempat beli buah di pasar, kan bisa ya beli sama
abang-abang tukang rujak. Nggak usahlah pake bumbunya, buahnya doang dibeli.
Tapi ya gitu, tinggal beli, udah dikupas juga, tetep aja malas. Entahlah,
payah bilang.
Nggak perlu nunggu
meletusin balon hijau untuk buat perasaan jadi sangat kacau. Hal yang disebut
dengan konstipasi itu aja udah benar-benar bikin perut dan perasaan jadi kacau
balau kalau nggak dituntaskan. Aku jadi merasa nggak nyaman melakukan aktivitas
karena konstipasi. Perut terasa besar dan kembung, badan pun jadi gampang
lelah, juga merasa bad mood. Kalau terlanjur konstipasi ya terpaksa
minum obat pencahar. Tapi yang nggak enak dari obat pencahar itu bikin perut
mules yang rasanya kayak lagi diare.
Ternyata susah BAB itu
juga menandakan kalau sistem pencernaan sedang kotor. Ada sisa-sisa makanan
yang menempel pada usus yang tidak dibuang sampai tuntas. Sisa-sisa makanan
yang tidak dikeluarkan itu akhirnya menumpuk dan bisa memberikan masalah baru
untuk bagian tubuh yang lain.
Coba bayangin ada
bertumpuk-tumpuk sampah di halaman belakang rumahmu. Tentu aroma busuknya tidak
hanya ada di halaman belakang, tapi aromanya itu bisa menjalar ke dapur, ruang
kamar, ruang tamu, bahkan sampai di halaman depan. Begitu juga bila kamu sudah
sikat gigi bahkan dibilas lagi pakai obat kumur tapi aroma nafasmu masih saja
nggak enak, bisa jadi sistem pencernaan sedang bermasalah. Selain menyebabkan
bau mulut, sistem pencernaan yang kotor bisa dijadikan tempat yang subur bagi
jamur-jamur jahat untuk berkembangbiak dan membuat onar di dalam usus. *Udah
ada bakteri-bakteri jahat terus ditambah lagi sama jamur. Duh, kasihan si usus.*
Sistem pencernaan yang kotor juga bisa memberikan efek nggak baik untuk kulit
seperti gatal-gatal dan ruam atau terkadang jerawat.
Jadi gimana cara
sistem pencernaan tetap sehat dan bersih?
Kubaca di sebuah
majalah kesehatan kalau mengonsumsi lidah buaya bisa melancarkan BAB dan
menyehatkan sistem pencernaan, selain fungsinya untuk menjaga kesehatan kulit
dan rambut. Kandungan gel dan juga sifat laksatifnya yang sangat tinggi
ternyata dipercaya sebagai pembuang kotoran dan juga toksin di dalam usus.
Wih! Tapi apa rasanya?
Aromanya saja pahit.
*Aroma kok pahit?
Pahit itu rasa.
Maksudku aromanya
itu nggak enak apalagi rasanya.
Pucuk dicinta, ulampun tiba. Waktu
itu lagi nyari Herbadrink Sari Jahe, eh ternyata Herbadrink punya varian lain
selain sari jahe dan sari temulawak. Namanya Herbadrink Lidah Buaya. Ya, dari bungkusnya aja sudah
tertulis kalau fungsinya membantu memelihara kesehatan fungsi pencernaan dan
membantu melancarkan buang air besar. Wah, pas banget, kan.
Herbadrink Lidah Buaya lebih
enak kalau disajikan dalam keadaan dingin. Warnanya hijau muda (banget) kalau
sudah dilarutkan dengan air dan nggak kulihat ada endapan kalau kubiarkan agak
lama. Terus rasa manis ditambah sensasi rasa asamnya bikin tambah segar. Dan lagi,
minuman ini juga bebas gula.
Saat lebaran dan hari raya
kurban, aku pasti konsumsi ini. Menu-menu saat lebaran dan hari raya kurban itu
kan suka bikin lupa diri. Haha. Makan makanan yang mengandung banyak daging
tanpa dibarengi konsumsi makanan berserat ujung-ujungnya ya apalagi kalau konstipasi.
Pokoknya kapok sama yang namanya konstipasi. Nggak mau terulang lagi. #kapok
Jangan sampai
sistem pencernaan menjadi kotor dan membuat ulah. Sebelum risikonya lebih
tinggi, lebih baik kan pola makan dijaga, jangan malas konsumsi buah dan sayur,
rajin minum air putih, dan aku juga konsumsi Herbadrink Lidah Buaya. Kebaikan
alami dari Herbadrink cocok banget untuk kamu yang ingin hidup sehat dengan
cara yang alami. Menurutku, Herbadrink ini nggak hanya memberikan kebaikan
alami untuk menjaga kesehatan tubuh secara alami, tapi juga memberikan
kemudahan dan rasa minumannya yang enak.



Saya juga udah coba herbadrink, rasanya seger banget, saya suka yang sari temulawak, karena nafsu makan makin bertambah setelah minum 3 kali sehari selama 4 hari.
BalasHapusSaya juga udah coba herbadrink, rasanya seger banget, saya suka yang sari temulawak, karena nafsu makan makin bertambah setelah minum 3 kali sehari selama 4 hari.
BalasHapusYup, bener banget. Setelah sembuh dari sakit juga baik minum sari temulawak, supaya badan jadi seger juga bantu nambah nafsu makan
Hapus