Sarapan Sehat Untuk yang Nggak Bisa Sarapan Pagi
Sarapan itu penting untuk mengembalikan energi yang berkurang saat kita tidur. Sarapan seperti
modal awal untuk melakukan aktivitas. Bekerja memang penting dan menyelesaikan
pekerjaan itu memang wajib. Tapi sebelum pekerjaan itu dimulai, ada baiknya
sarapan, menambah energi. Pekerjaan banyak tapi perut keroncongan, kan nggak
asyik. Konsentrasi pun buyar. Dan bahkan menguap mulu itu mulutnya. Ngantuk,
Mak! Gimana aktivitasnya mau menghasilkan prestasi kalo lemas nguap
begitu?
![]() |
| Sumber gambar: wonderopolis.org |
Dari sebuah jurnal
kesehatan, salah satu penyebab kantuk di pagi hari itu karena melewatkan
sarapan pagi. Sarapan pagi itu memang ‘wajib’ hukumnya. Tapi ya jangan
berlebihan juga mengonsumsi sarapan, ujung-ujungnya kekenyangan dan eh..ngantuk
lagi jadinya. :D
Sarapan lebih baik
dilakukan saat begitu bangun pagi hingga jam sembilan. Karena saat jam seperti
itu, peredaran kita masih baik dan belum ada terjadi perubahan metabolisme pada
tubuh.
Tapi ada nih beberapa
orang di bumi ini yang nggak bisa makan pagi. Contohnya ya aku sendiri. Kalo
ada yang nyodorin nasi lengkap dengan lauk atau lontong sayur (di Medan sarapan
khasnya itu kalo nggak lontong sayur, ya nasi gurih. Atau kadang mie balap :D).
Padahal itu makanan enak-enak lho. Tapi seolah-olah makanan-makanan berat itu
(berat bagiku) seperti nggak diterima sama mulut dan perutku. Rasanya eneg. Ya
elah, kayak orang ngidam aja. Sedangkan aku butuh energi. Kadang minum susu
doang, kadang plus roti juga. Terus, belum lagi jamnya makan siang udah laper.
Duh!
Jadi aku cobalah
Energen. Itupun atas rekomendasi dari mamakku tersayang. Ibu mana yang tega
lihat anaknya nggak sarapan pagi. Oke, kuturutilah apa kata beliau.
Cara membuat
Energen nggak sulit kok. Nggak sesulit mendapatkan jodoh. Buka
bungkusnya, tuang ke gelas, terus tambahkan air hangat, dan aduk rata. Nggak
perlulah ditambah gula, karena rasa manis dalam Energen ini menurutku udah pas.
Terkadang, aku suka beri topping di atasnya. Misalnya remah-remah
biskuit cokelat atau oreo. Nggak ada maksud apa-apa. Supaya tambah enak aja
sih.
Dan memang aku
merasakan sendiri sehabis mengonsumsi Energen itu terasa kenyang dan awet
sampai jam makan siang tiba. Nggak ada tuh konser musik keroncong di dalam
perut. Aktivitas pun dilakukan dengan aman sentosa. J
Kok bisa gitu?
Karena di dalam
Energen sudah ada vitamin A, B1, B2, B6, B12, D, E, Asam Folat dan juga Kalsium.
Energen mengandung susu dan telur yang merupakan sumber protein. Untuk kadar
lemak dan kolestrolnya juga rendah. Bentuknya simpel dan harganya hemat tapi
menyehatkan juga mengenyangkan.
Energen memiliki
lima rasa, ada cokelat, vanila, jahe, jagung, dan kacang hijau. Kelimanya itu
enak menurutku. Semuanya jadi favoritku. Energen rasa jahe itu cocok sekali lho
dikonsumsi saat cuaca dingin atau hujan.
Untuk yang nggak
sempat sarapan pagi, karena buru-buru misalnya, sebungkus Energen ini bisalah
menolongmu dari rasa lemas tak semangat karena lapar. Durasi waktu untuk
menyeduhnya juga nggak lama kok.
Terus kalo masih
merasa belum cukup dan berujar, “Halah, aku udah minum itupun masih laparnya”.
Coba tambahin aja lagi jadi dua bungkus. Dua bungkus dalam satu gelas.
Kapasitas lambung tiap orang kan beda-beda. Kalo aku satu bungkus aja udah
cukup, pas. J
Referensi:


Komentar
Posting Komentar