Selamat Ulang Tahun
1.
Menurut Yang Mahakuasa, hari kedua puluh tujuh pada bulan ketiga adalah waktu yang tepat baginya untuk membuka pintu kehidupan dunia. Takdir sudah tertulis untuknya. Hidup, mati, rezeki, katanya sudah ditentukan.
Takdirnya hidup dengan dua orang yang disebut dengan orangtua. Ya, orangtuanya lengkap. Pun anggota tubuhnya. Pernah dia bertanya, apakah hadir ke dunia ini adalah permintaannya? Atau dia adalah hasil dari doa kedua orangtuanya?
Tapi kenapa itu aku?, tanyanya.
Punya orangtua seperti yang dia miliki sekarang apakah juga permintaannya? Ingin juga dia bertanya apakah wajah dan sifatnya yang melekat di dirinya itu juga permintaannya?
Pertanyaannya itu seperti ada rasa penyesalan.
Sudah terjadi, apalagi yang harus disesali. Daripada terus bertanya dan tanpa ada jawaban yang pasti, bukankah lebih baik dia jalani saja semua dengan sabar? Yang lebih baik dilakukannya adalah memodifikasi hal-hal yang kurang menyenangkan baginya menjadi hal yang agak menyenangkan. Misal sepiring nasi yang sudah menjadi bubur. Supaya agak lebih nikmat, bisa tambahkan kerupuk, bawang goreng, kacang tanah goreng, sambal, dan suiran ayam.
***
2.
Besok dia ulang tahun? Siapa ya yang akan ingat hari ulang tahunnya? Biasanya ibunya selalu ingat. Tapi entah tahun ini. Akhir-akhir ini ibunya suka lupa. Apakah usia yang menua mulai memakan ingatannya?
Dulu saat masih sekolah, ada teman-teman yang selalu ingat ulang tahunnya. Tapi sekarang sudah dengan urusan masing-masing. Ya, dia tidak berharap banyak.
Hei, masih ada yang selalu ingat hari ulangtahunnya.
Facebook, Twitter, Assistant Google.
Dan, malaikat Izrail yang selalu mengintainya.
***
3.
Selamat ulang tahun, ucapku untuk diriku sendiri.
Semoga kebahagiaan, ketenangan, kelapangan, kemudahan, kesuksesan selalu menyertai diriku.
Aamiin.
***
Komentar
Posting Komentar